Dongeng KANCIL Menolong Burung ELANG

Dongeng Kancil Menolong Burung Elang - Setelah masalah si kancil dengan para gajah pada dongeng Si kancil dan langit runtuh berhasil diselesaikan, kini si kancil bisa menikmati kembali hari-harinya dengan tenang. seperti pagi ini, si kancil sedang berkeliling di pinggir telaga, dia sedang asik mencari rumput-rumput muda yang baru tumbuh. Suasana yang sejuk dimusim penghujan, membuat kawasan itu tampak indah dan damai. Namun ketika si kancil tengah asik menikmati sarapan paginya, tiba-tiba dia mendengar suara rintihan yang terdengar lamat-lamat.

Merasa ada yang membutuhkan pertolongan, si kancil berusaha mencari dari mana arah suara itu. alangkah terkejutnya dia ketika melihat seekor burung elang yang tergeletak kedinginan di pinggir telaga. Terlihat kakinya seperti terikat pada sesuatu yang tenggelam di dasar telaga, sehingga dia tidak bisa terbang. Paruhnya dengan kuat menggigit sebuah ranting pohon sehingga dia tak bisa bersuara keras. elang itu sepertinya sudah cukup kelelahan.

Melihat hal itu, si kancil bergegas menolong burung elang itu. Dia membantu menarik tali yang mengikat kaki elang dengan giginya, dan ternyata tali itu di ikat pada sebuah batu yang cukup besar yang di tenggelamkan di telaga. Setelah batu itu berhasil mereka atarik ke pinggir telaga, elang itu melepaskan gigitan paruhnya dari ranting pohon. Tampaknya, elang itu sudah sangat kelelahan dan kelaparan. Keadaanya terlihat sangat memperihatinkan. Kancil lalu memanggil si tikus untuk membantu mengerat tali yang ada di kaki burung elang hingga putus. Setelah membiarkan si elang beristirahat sejenak, si kancil lalu mencoba mencari tahu apa yang sudah terjadi.

"Hai elang, apa yang sudah terjadi pada mu? Kenapa kau bisa terikat di telaga ini?". tanya kancil. Dengan keadaan yang masih lemas karena kecapek'an, si elang menjawab.. "Aku telah di tipu oleh burung bangkai dan monyet cil.. Hampir saja aku celaka jika kau tidak datang menolong ku tadi. terimakasih cil". Jawab elang. "Di tipu bagaimana maksud mu? Kalau kau tak keberatan, maukah kau menceritakan kejadianya?". Tanya kancil lagi.

dongeng elang dan kancil
Burung Elang

Lalu elangpun menghela nafas panjang, kemudian memulai ceritanya.. Tadi sore ketika si elang sedang asik mencari ikan di telaga, dia mendapat ikan yang cukup banyak dan di taruh di pinggir telaga untuk dikumpulkan. Namun ketika dia sudah selesai dan ingin mengambil ikanya, ternyata di situ sudah ada si monyet dan burung pemakan bangkai yang sedang asik memakan ikan-ikan itu. Ketika si elang menegurnya, mereka malah berdalih bahwa ikan itu adalah ikan yang mereka temukan karena tidak ada pemiliknya. Elang dan kedua hewan itu akhirnya saling adu mulut, diantara kedua kelompok itu tak ada yang mau mengalah. Si elang hanya berusaha mempertahankan haknya, sedangkan si monyet dan burung pemakan bangkai tetap ngotot dengan pendirianya.

Akhirnya mereka sepakat untuk menentukan pemenangnya dengan sebuah lomba. Yaitu perlombaan adu kuat antara burung elang dan burung pemakan bangkai, sedangkan si monyet menjadi wasitnya.Aturanya cukup mudah, siapa yang mampu mengangkat batu lebih besar, dialah yang berhak atas ikan-ikan itu. Karena tubuh elang lebih besar dari pada si burung pemakan bangkai, elang sangat yakin bahwa dirinya akan menang. Pertama-tama si burung bangkai yang mengangkat batu dengan tali yang di ikat monyet di kakinya. Batu yang di angkat tak seberapa, sehingga si elang tertawa dalam hati dan muncul sedikit sifat sombongnya.

Ketika giliran si elang, dia ingin langsung menunjukan kekuatanya dan yakin bahwa dia akan menang. Dia langsung memilih batu yang cukup besar, dan menyuruh si monyet untuk mengikatkan ke kakinya dengan tali. setelah batu itu terikat dengan kuat, si elang mengepakan sayap-sayapnya yang kokoh dengan kuatnya, hingga batu yang cukup besar itu mampu dia angkat ke angkasa. Namun karena beban batu yang cukup berat, elang tak bisa terbang terlalu tinggi dan sayapnya juga menjadi cepat lelah. Namun sial, ketika sayapnya sudah mulai lelah, ternyata secara tak sadar dia sudah terbang di atas telaga. Dengan sekuat tenaga si elang terbang ke pinggir, namun ketika dia terjatuh ke pinggir telaga, ternyata batu itu masih berada di atas telaga dan jatuh ke dalamnya.

Sadar akan bahaya yang mengancamnya, dengan sigap si elang menggigit ranting yang ada di dekatnya agar dia tidak ikut terseret ke dasar telaga dan tenggelam. Dia berusaha minta tolong pada monyet dan burung bangkai untuk membantunya. Tapi mereka malah tertawa lalu meninggalkanya serta mambawa semua ikan-ikan yang ada. Sudah semalaman si elang berjuang mempertahankan hidupnya agar tidak tenggelam, hingga akhirnya si kancil datang menolongnya.

Mendengar penjelasan si elang, si kancil menjadi merasa iba. Ternyata si elang di tipu oleh burung bangkai dan monyet yang sudah bersekongkol mengambil semua ikanya. Namun si kancil juga menasehati si elang, bahwa kecerobohanya karena sifat sombong yang dimiliki oleh si elang sehingga dia mudah tertipu. Si elang menyadari kesalahanya, dan berjanji tidak akan menyombongkan kekuatanya lagi. Setelah tubuhnya sudah pulih, si elang mengucapkan terimakasih pada si kancil dan berpamitan untuk pulang. Elang berjanji, suatu saat pasti akan membantu si kancil ketika si kancil dalam kesulitan sebagai balas budi.

Story By: Muhammad Rifai



Hikmah yang dapat di Petik: Terkadang kemampuan kita dalam melakukan sesuatu dan rasa percaya diri yang berlebihan, dapat membuat kita bertindak ceroboh. Sehingga hal tersebut dapat di manfa'atkan oleh orang-orang yang memiliki niat tidak baik untuk mencelakai kita. alangkah baiknya, kita selalu rendah hati dan waspada, terutama mewaspadai kesombongan yang terkadang tak kita sadari kedatanganya.

Post a Comment

0 Comments